Kekurangan biaya bukan berarti tak bisa meneruskan pendidikan sampai
perguruan tinggi. Sebuah lembaga menawarkan program Mahasiswa Marginal
yang intinya mahasiswa bisa kuliah sambil kerja. Lembaga ini memberi
pelatihan sekaligus modal usaha. Ratusan mahasiswa ekonomi lemah
tertarik mengikutinya.
Di kalangan perguruan tinggi di Medan
(Sumut) ada istilah yang populer yaitu Mahasiswa Marginal (MM). Apa
artinya? "Mahasiswa yang punya potensi, motivasi, dan kreativitas
tinggi. Namun, karena kemampuan ekonomi orang tua rendah, ia gigih
melakukan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan kuliah lewat usaha
yang digelutinya. Usaha, mereka juga kebanyakan skala kecil," jelas
Iswan Kaputra, salah seorang koordinator program MM.
Program
ini menurut Iswan berawal dari kegelisahan Ir. Soekirman MM karena
pemerintah atau institusi lain kurang memikirkan mahasiswa yang berasal
dari keluarga pas-pasan. Mei 1989, Soekirman bersama rekan-rekannya
mendirikan Yayasan Bitra Indonesia (YBI) untuk membantu mahasiswa
kurang mampu. "Programnya diberi nama Pelayanan Wirausaha Konsultasi
dan Pengembangan Studi Mahasiswa Marginal yang disingkat MM," lanjut
Iswan.
Menurut Iswan, salah satu tujuan program adalah
mengembangkan lapangan kerja di sektor informal untuk meningkatkan
kesejahteraan si mahasiswa. "Juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada
mahasiswa," cetus ayah dua putra ini. Iswan melanjutkan, "Usahanya
bermacam-macam. Antara lain menarik becak, ternak ayam, jual rokok,
parfum, buku, majalah bekas, loper koran, menjahit dan lain-lain. Ada
63 jenis usaha."
TERGOLONG MAHASISWA GIGIH
Program ini ternyata menarik minat para mahasiswa. Sekarang, ada 234
anggota MM yang terdiri dari mahasiswa PTN dan PTS. "Di antara mereka,
ada 50 yang jadi penarik becak. Jadi, mereka tergolong mahasiswa gigih.
Bayangkan, betapa repotnya mereka sehari-hari bagi waktu antara kuliah,
bisnis, dan berbagai kegiatan lain. Apalagi bagi mahasiswa dari luar
kota yang harus masak dan cuci sendiri," papar Iswan.
Ada
beberapa syarat mahasiswa bergabung dengan YBI. Yang terutama, "Kami
harus tahu mahasiswa itu betul-betul tak mampu dan tidak mendapat
subsidi dari orang tua. Mereka juga sudah memiliki usaha kecil-kecilan
di Medan dan sudah jalan tiga bulan. Nah, mereka kami bantu modal
sebesar maksimal Rp 1,5 juta. Sebelumnya kami membekali dengan
pelatihan, diskusi, magang, dan studi banding."
Syarat lain,
mahasiswa harus sudah semester 2 - 7 untuk S1. Sedangkan mahasiswa D3
semester 2 - 3. IP mereka minimal 2,0. "Mereka juga harus dapat
persetujuan dekan, pembantu dekan, atau ketua jurusan dan disetujui
orang tua," papar Iswan panjang lebar.
Kelebihan program MM,
kata Iswan, mahasiwa tidak memerlukan jaminan aset atau pinjaman.
Mereka hanya dikenakan bunga 12 persen per tahun dalam jangka waktu 6 -
24 bulan. "Jika anggota program membandel mengangsur atau tidak
melunasi, kami nanti menahan ijazah mereka. Itu sebabnya, pihak
fakultas dilibatkan dalam syarat pinjaman kredit," tutur Iswan.
JADI NARA SUMBER
Salah seorang mahasiswa yang ikut program MM adalah Husni Kamarhaban
Siregar (21). Semangatnya untuk maju sudah diperlihatkan sejak STM.
Waktu itu, ia kerja di bengkel. "Lulus STM saya terus memikirkan
bagaimana bisa kuliah. Ayah, kan, sudah pensiun. Ayah hanya bisa
memberikan uang untuk biaya pendaftaran dan uang kuliah pertama saja
sebesar Rp 1 juta. Saran Ayah, saya harus cari biaya sendiri jika ingin
kuliah," ujar pria asal Rantau Prapat ini.
Ibarat pucuk
dicinta ulam tiba, ada teman Husni yang memperkenalkannya dengan
program MM. "Dia sudah duluan ikut program ini. Jadi, saya tahu apa
keuntungannya bergabung," ujar Husni yang memilih usaha ternak ayam
kampung. Ia dapat modal Rp 500 ribu.
Berkat ilmu yang didapat
dari STM, pria yang masih tetap kerja di bengkel ini sanggup membuat
alat penetasan sendiri. Satu kotak berisi 400 - 450 telur. Ia mengaku
tugasnya setiap pagi membolak-balikkan telur ayam. "Biasanya dalam satu
kotak yang rusak cuma 20 butir. Telur ayam yang tidak bisa menetas akan
saya jual," lanjut Husni.
Husni mengaku, ia tidak sulit
memasarkan ayam kampungnya. "Ayam saya sudah ada yang nampung di Pasar
Pagi Brayan," katanya. Ia tinggal menghitung keuntungannya. "Cukuplah
untuk membayar uang kuliah dan kebutuhan sehari-hari," cetus bungsu
dari empat bersaudara ini.
Usaha Husni dipandang cukup
sukses. Terbukti dua bulan lalu ia diminta jadi nara sumber untuk
program acara mahasiswa dan usaha di Istana Radio FM. Sehari setelah
acara mengudara, "Saya ditelepon seseorang. Dia mau memberi pinjaman
dana untuk mengembangkan usaha. Saya juga dikontrakkan rumah," kata
Husni yang sekarang tinggal di rumah kontrakan, tak jauh dari kampusnya
di Jln. Bromo Medan.
Sudah puaskah Husni? "Siapa, sih, orang
yang sudah puas kalau semua yang dilakukan masih setengah jalan. Saya
maunya menyelesaikan kuliah tepat waktu. Ada satu lagi keinginan, saya
ingin buka kafe," harap Husni. Karena sibuk kerja dan kuliah, Husni
ibarat tak punya waktu libur. "Bila pun libur, saya tidak punya waktu
untuk pulang kampung."
PINTAR ATUR WAKTU
Bila Husni memilih usaha ternak, Diny Setianingrum (23) membuka usaha
warung kopi. Selain itu, ia juga ikut Multi Level Marketing yang sudah
ia jalani sejak SMU. "Maklum, sejak SD saya sudah punya jiwa dagang.
Waktu itu, saya ikut tetangga membuat aksesoris. Apalagi, keluarga saya
punya moto tak usah jadi pegawai negeri. Makanya saya ingin
berwiraswasta saja," kisah Diny.
Mahasiswi Fakultas Ekonomi,
Universitas Sumatera Utara ini, berprinsip untuk meraih sukses mesti
melalui berbagai tahapan. "Maksudnya, saya harus ikut pontang-panting
ke lapangan dan harus mau menerima untung cuma seribu rupiah," ujar
Diny yang sejak kelas I SMU sudah ikut berdagang MLM untuk alat
kecantikan. "Dagangan saya yang laris parfum."
Lulus SMU,
Diny mengambil program D3. Meski sudah menyelesaikan pendidikannya
sulung dari lima bersaudara ini belum puas. Ia kuliah lagi di Fakultas
Ekonomi, USU. "Saya ikut kuliah malam ambil program Extension selama
dua tahun. Sekarang baru semester pertama. Untuk tambah biaya, mulai
tahun lalu saya buka usaha warung kopi dekat kampus saya," kata gadis
manis berkulit putih ini.
Meski termasuk anggota MM, Diny tak
perlu pinjam modal. Dari hasil usahanya selama ini, ia sudah cukup
punya modal. Apalagi usaha MLM-nya juga masih berjalan. Ada kiat khusus
yang dilakukan Diny agar usahanya berjalan lancar. "Saya suka ikut
organisasi. Makanya saya jadi banyak teman."
Warga Perumnas
Simalingkar ini menambahkan, ia ingin kuliah dan usahanya berjalan
lancar. Itu sebabnya, ia tak mengeluh meski tak banyak waktu untuk
bersantai. "Kalau masalah itu, sih, pintar-pintar kita mengatur waktu.
Kalau ada urusan yang tidak boleh ditinggalkan, ya untuk urusan lain
disingkirkan dulu. Yang penting semua itu saya lakukan dengan enjoy,"
ujar Diny yang membuka warung bersama kekasihnya, Doli, dan rekannya
Andi Mako.
Dari hasil usahanya, Diny tak sekadar bisa
memenuhi kebutuhan uang kuliah. Ia juga bisa menabung. Tak heran, di
program MM ia ditunjuk jadi relawan. Lantas apa cita-citanya? "Saya
ingin buka toko tekstil sendiri," kata Diny yang sedang bersiap-siap
merintis usaha sabun colek.
Ajeng Zuniiyo
Jumat, 06 Januari 2012
Senin, 07 November 2011
Perkawinan Beda Agama di Indonesia
Perkawinan
di Indonesia diatur oleh UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Berdasarkan UU tersebut perkawinan di definisikan sebagai ikatan
lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri
dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan
kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Oleh
karenanya dalam UU yang sama diatur bahwa perkawinan adalah sah apabila
dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu
serta telah dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Namun
bagaimana dengan perkawinan beda agama. Perkawinan beda agama bukanlah
perkawinan campuran dalam pengertian hukum nasional kita karena
perkawinan campuran menurut UU Perkawinan disebut sebagai perkawinan
yang terjadi antara WNI dengan WNA. Akan tetapi perkawinan beda agama
di masyarakat sering pula disebut sebagai perkawinan campuran. Untuk
memudahkan, tulisan ini hanya akan menggunakan istilah perkawinan beda
agama
UU
Perkawinan sendiri penafsiran resminya hanya mengakui perkawinan yang
dilangsungkan berdasarkan agama dan kepercayaan yang sama dari dua
orang yang berlainan jenis yang hendak melangsungkan perkawinan. Dalam
masyarakat yang pluralistik seperti di Indonesia, sangat mungkin
terjadi perkawinan diantara dua orang pemeluk agama yang berlainan.
Beberapa diantara mereka yang mempunyai kelimpahan materi mungkin tidak
terlampau pusing karena bisa menikah di negara lain, namun bagaimana
yang kondisi ekonominya serba pas-pasan. Tentu ini menimbulkan suatu
masalah hukum
Ada dua cara dalam menyikapi perkawinan beda agama ini:
Pertama:
Salah satu pihak dapat melakukan perpindahan agama, namun ini dapat
berarti penyelundupan hukum, karena sesungguhnya yang terjadi adalah
hanya menyiasati secara hukum ketentuan dalam UU No 1 Tahun 1974
tentang Perkawinan. Namun setelah perkawinan berlangsung masing-masing
pihak kembali memeluk agamanya masing-masing. Cara ini sangat tidak
disarankan.
Kedua:
Berdasarkan Putusan MA No 1400 K/Pdt/1986 Kantor Catatan Sipil
diperkenankan untuk melangsungkan perkawinan beda agama. Kasus ini
bermula dari perkawinan yang hendak dicatatkan oleh Ani Vonny Gani P
(perempuan/Islam) dengan Petrus Hendrik Nelwan (laki-laki/Kristen).
Dalam
putusannya MA menyatakan bahwa dengan pengajuan pencatatan pernikahan
di KCS maka Vonny telah tidak menghiraukan peraturan agama Islam
tentang Perkawinan dan karenanya harus dianggap bahwa ia menginginkan
agar perkawinannya tidak dilangsungkan menurut agama Islam. Dengan
demikian, mereka berstatus tidak beragama Islam, maka KCS harus
melangsungkan perkawinan tersebut.
Nah
putusan ini, secara sekilas hanya berlaku bila perempuan yang beragama
Islam dan Laki-laki yang beragama Nasrani hendak melangsungkan
perkawinan. Lalu bagaimana dengan bila sebaliknya? Secara argumentum a
contrario maka KUA wajib melangsungkan perkawinannya, karena perempuan
yang beragama Nasrani tidak lagi menghiraukan statusnya yang beragama
Nasrani. Oleh karena itu melakukan penundukkan hukum secara jelas
kepada seluruh Hukum Islam yang terkait dengan perkawinan.
Dengan
ini, dari semula pasangan yang berbeda agama tidak perlu melakukan
penyelundupan hukum dengan mengganti agama untuk sementara, namun bisa
melangsungkan perkawinan tanpa berpindah agama.
Cara Mencegah Prilaku Seks Bebas Pada Remaja
Dewasa ini, permasalahan
remaja kita merupakan persoalan yang sangat serius. Jika permasalahan
remaja yang ada di negeri ini tidak dikurangi dan diselesaikan dengan
cepat maka dapat menyebabkan hancurnya tatanan bangsa di masa depan.
Beberapa faktor yang mendorong anak remaja usia sekolah SMP dan SMA
melakukan hubungan seks di luar nikah diantaranya adalah pengaruh
liberalisme atau pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan dan faktor
keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut serta pengaruh dari
media massa. Seks bebas adalah perilaku seks di luar hubungan
pernikahan. Menurut Sigmund Freud, seks adalah naluri dasar yang sudah
ada sejak manusia lahir. Sejak lahir, manusia sudah menjadi mahluk yang
seksual atau memiliki libido (enerji seksual) yang mengalami
perkembangan melalui fase yaitu: oral, anal, falik dan genital.
Berikut beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah
prilaku seks bebas pada remaja: Adanya kasih sayang, perhatian dari
orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat
mengekang.
Salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan remaja kita terjerumus ke
dalam prilaku seks bebas adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian
dari orang tuanya. Perilaku seks bebas pada remaja saat ini sudah cukup
parah. Peranan agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi
perilaku remaja tersebut. Sebagai makhluk yang mempunyai sifat egoisme
yang tinggi maka remaja mempunyai pribadi yang sangat mudah terpengaruh
oleh lingkungan di luar dirinya akibat dari rasa ingin tahu yang sangat
tinggi. Tanpa adanya bimbingan maka remaja dapat melakukan perilaku
menyimpang. Untuk itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua
dan anak dengan melakukan komunikasi yang efektif. Mungkin seperti
menjadi tempat curhat bagi anak-anak anda, mendukung hobi yang
diinginkan selama kegiatan tersebut positif untuk dia. Pengawasan yang
perlu dan intensif terhadap media komunikasi.
Pada usia remaja, mereka selalu mempunyai keinginan untuk mengetahui,
mencoba dan mencontoh segala hal. Seperti dari media massa dan
elektronik yang membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti
seperti yang ada dalam tayangan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan
adanya pengawasan dalam hal tersebut. Mungkin dengan mendampingi mereka
saat melihat tayangan tersebut. Menambah kegiatan yang positif di luar
sekolah, misalnya kegiatan olahraga.
Selain menjaga kesehatan tubuh, kesibukan di luar sekolah seperti
olahraga dapat membuat perhatian mereka tertuju ke arah kegiatan
tersebut. Sehingga, memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk melakukan
penyimpangan prilaku seks bebas. Perlu dikembangkan model pembinaan
remaja yang berhubungan dengan kesehatan produksi.
Perlu adanya wadah untuk menampung permasalahan reproduksi remaja yang
sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang terarah baik secara formal
maupun informal yang meliputi pendidikan seks, penyakit menular
seksual, KB dan kegiatan lain juga dapat membantu menekan angka
kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja. Perlu adanya sikap
tegas dari pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks
bebas.
Dengan memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku seks bebas,
diharapkan mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Sumber referensi: http://www.berbagaihal.com/2011/03/mencegah-prilaku-seks-bebas-pada-remaja.html
Sumber referensi: http://www.berbagaihal.com/2011/03/mencegah-prilaku-seks-bebas-pada-remaja.html
5 Pelanggaran dalam Pacaran
1. Melakukan berbagai hal pendahuluan zina.
Padahal segala perantara menuju zina itu dilarang, baik dengan memandang lawan jenis dengan syahwat (nafsu), meraba atau menyentuh, berdua-duaan, apalagi sampai berciuman meskipun hal-hal tersebut tidak sampai zina. Allah Ta'ala berfirman,
2. Berduaan dengan lawan jenis.
Ini juga pelanggaran yang tidak bisa dipungkiri. Berduaan bisa jadi berduaan di satu tempat, di kegelapan, atau di tempat sepi, atau boleh jadi berduaan lewat sms-an, telepon atau lebih keren lagi lewat pesan facebook. Banyak kejadian yang berawal dari berdua-duaan seperti ini, di antaranya berhubungan lewat inbox facebook, lalu mengajak ketemuan, lantas ujung-ujungnya terjadilah apa yang terjadi. Berdua-duaan dengan lawan jenis terlarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
3. Tidak menundukkan pandangan.
Dengan lawan jenis kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan jelas terlarang jika dengan syahwat (nafsu). Perintah ini dimaksudkan agar lebih menjaga hati dan agar hati tidak tergoda pada zina. Memandang lawan jenis barulah jadi halal jika melalui hubungan pernikahan atau dibolehkan jika wanita yang dipandang masih mahrom kita. Mengenai larangan memandangn lawan jenis, disebutkan dalam hadits Jabir bin 'Abdillah,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770).
4. Tidak menjaga aurat.
Ini pun jelas ada dalam pacaran. Karena seringnya berdua-duaan, si pria pun ingin melihat aurat wanita. Si pria ingin melihat indah gemulai rambutnya dan sebagainya yang merupakan aurat. Padahal menutup aurat dengan mengenakan jilbab itu adalah wajib sebagaimana firman Allah Ta'ala,
5. Bersentuhan dengan lawan jenis.
Ini pun pelanggaran yang sering dilakukan oleh yang berpacaran. Baik di kesepian maupun tempat umum, seringnya ingin berjalan bergandengan tangan padahal belum halal.
Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah)
Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Ini baru lima pelanggaran yang kami ungkap dari sisi dalil. Namun masih banyak pelanggaran selain itu yang semuanya berujung pada zina. Awal berpacaran saja penuh kekhawatiran karena seringkali melakukan dosa, ujungnya pun penuh penyesalan. Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/326)
Padahal segala perantara menuju zina itu dilarang, baik dengan memandang lawan jenis dengan syahwat (nafsu), meraba atau menyentuh, berdua-duaan, apalagi sampai berciuman meskipun hal-hal tersebut tidak sampai zina. Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS.
Al Isro’: 32). Kata Asy Syaukani dalam Fathul Qodir, "Jika mendekati
zina dengan melakukan berbagai hal sebagai pendahuluan zina itu
terlarang, maka zina sendiri jelas terlarang. Karena sesuatu itu haram,
maka segala perantara menuju sesuatu tersebut jelas haram. Inilah yang
dimaksud dalam konteks kalimat." Syaikh 'Abdurrahman As Sa'di dalam
kitab tafsirnya menjelaskan, "Larangan dalam ayat ini adalah larangan
untuk mendekati zina. Larangan mendekati saja tidak dibolehkan apalagi
sampai melakukan zina itu sendiri. Larangan mendekati zina ini meliputi
larangan melakukan berbagai pendahuluan dan perantara menuju zina."2. Berduaan dengan lawan jenis.
Ini juga pelanggaran yang tidak bisa dipungkiri. Berduaan bisa jadi berduaan di satu tempat, di kegelapan, atau di tempat sepi, atau boleh jadi berduaan lewat sms-an, telepon atau lebih keren lagi lewat pesan facebook. Banyak kejadian yang berawal dari berdua-duaan seperti ini, di antaranya berhubungan lewat inbox facebook, lalu mengajak ketemuan, lantas ujung-ujungnya terjadilah apa yang terjadi. Berdua-duaan dengan lawan jenis terlarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
“Janganlah
seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal
baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara
mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain)3. Tidak menundukkan pandangan.
Dengan lawan jenis kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan jelas terlarang jika dengan syahwat (nafsu). Perintah ini dimaksudkan agar lebih menjaga hati dan agar hati tidak tergoda pada zina. Memandang lawan jenis barulah jadi halal jika melalui hubungan pernikahan atau dibolehkan jika wanita yang dipandang masih mahrom kita. Mengenai larangan memandangn lawan jenis, disebutkan dalam hadits Jabir bin 'Abdillah,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770).
4. Tidak menjaga aurat.
Ini pun jelas ada dalam pacaran. Karena seringnya berdua-duaan, si pria pun ingin melihat aurat wanita. Si pria ingin melihat indah gemulai rambutnya dan sebagainya yang merupakan aurat. Padahal menutup aurat dengan mengenakan jilbab itu adalah wajib sebagaimana firman Allah Ta'ala,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ
لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ
عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا
يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi,
katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Ahzab: 59). Melihat aurat
wanita barulah dibolehkan jika memang halal sebagai istri, bukan saat
pacaran. Kerabatnya saja yang masih mahrom dibolehkan melihat sebatas
anggota tubuh yang nampak ketika berwudhu. Lantas kenapa orang yang
jauh sampai dibolehkan melihat kehormatan wanita tersebut padahal akad
nikah pun belum ada?5. Bersentuhan dengan lawan jenis.
Ini pun pelanggaran yang sering dilakukan oleh yang berpacaran. Baik di kesepian maupun tempat umum, seringnya ingin berjalan bergandengan tangan padahal belum halal.
Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah)
Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ
عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ
فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا
الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا
الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى
وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap
anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang
pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat.
Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan
berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki
adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan
berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau
mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)Ini baru lima pelanggaran yang kami ungkap dari sisi dalil. Namun masih banyak pelanggaran selain itu yang semuanya berujung pada zina. Awal berpacaran saja penuh kekhawatiran karena seringkali melakukan dosa, ujungnya pun penuh penyesalan. Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/326)
So ... stop pacaran! Tempuh
jalan yang halal. Cukup ta'aruf (perkenalan dalam waktu singkat) ketika
ingin serius nikah, lantas datang ke rumah ortu untuk lamaran, dan
langsungkanlah segera pernikahan, jangan tunda-tunda. Lebih cepat,
lebih baik!
Semoga Allah beri taufik pada para remaja sekalian
untuk mengenal ajaran Nabinya dan semoga mereka pun semakin bertakwa
dan takut akan siksa-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.
Islam Kok
Pacaran
oleh Aliman
Syahrani
Soal pacaran
di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula
muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah
percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan
bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga
percintaan, kisah-kisah asmara , harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi
rasa.
Selama ini
tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di
dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.
Kalau
ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur
Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase
hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan),
going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).
Bagaimanapun
mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual da lam pacaran diartikan
sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun,
tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan
cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi
kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang
maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya.
Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam
melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan
terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua.
Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk
pacaran itu ?
Atas
dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah
kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan
masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong
naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan
terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan
kehancuran moral dan akhlak. Na’udzubillah
min dzalik !
Sudah banyak
gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern
(westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien
tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran
menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW
: "Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata
dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah." (HR Ahmad dan Abu
Daud).
Namun
Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang
diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang
berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini
jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan melihat atau bergaul
bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR
Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: "Janganlah salah
seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita,
kecuali bersama dengan muhrimnya." Tabrani dan Al-Hakim
dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: "Lirikan mata
merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan
karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman
sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati."
Tapi
mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba "berdalih" dengan
mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang
diriwayatkan Imam Abu Daud
berikut : "Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena
Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah,
maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya." Tarohlah mereka
itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan
terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi "dunia berpacaran" mereka.
Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat
mengendalikan kemudi "perahu pacaran" itu ? Dan jika kita kembalikan
lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa
yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna
keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama
lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan
"mencintai karena Allah" tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara
bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti
semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang
lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai "mencintai karena
Allah ?" Jawabnya jelas tidak !
Dalam
kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan
anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain
jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya
bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak
bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah,
adalah segera saja laksanakan.
Dikutip dari: http://www.indomedia.com/bpost/012000/24/opini/resensi.htm
Artikel II
Pacaran dalam Islam
Gimana
sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa bener
pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa
memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi
hal itu?
Memiliki rasa cinta adalah fitrah
Ketika
hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya......
dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan
makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi
fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa
aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe'
akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh
dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat
perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena
cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya
manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana
potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan
dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua
bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti,
kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut
kebutuhan jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum,
tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya
pemenuhan aja, tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati,
cuman bakal gelisah (ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan
tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian
naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In
fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana
sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan
sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji
dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Seringkali
sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun
sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si
do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina.
So....kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam
buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.
Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi,
karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah
seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi),
sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian
berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup
aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak
daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,
dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah
kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau
benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).
Yang
perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana
manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat
berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al
Qur'an: "Wanita-wanita
yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji
adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik
adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk
wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari
apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan
dan rezki yang mulia (surga)."
| 'GAYA PACARAN' |
||
|
Kalo ditanya untuk apa kamu pacaran ? Kira-kira tahu engga atau ada yang bisa
memberikan jawaban yang pasti kenapa harus punya pacar, dan buat apa pacaran,
soalbya kalo ngeliat haya dan budaya pacaran generasi melenium ini kok lebih
banyak menyerempet-nyerempetnya, jangan marah dulu ya emang gak semua remaja
pacarannya nyerempat, tapi percepatan kematangan usia pubertas bisa jadi patokan
kalo anak sekarang lebih cepet gedenya, naah udah sering dibahas kalo cewe yang
mengalamai menarche (haid pertama) dan cowok udah mimpi basah, maka udah mengalamai
dorongan seksual, yah salah satunya ketertarikan terhadap lawan jenis, keinginan
untuk seneng berdekatan termasuk diperhatikan apalagi disayang.
Satu hal yang mungkin sering dilupakan adalah buat apa sih kita pacaran, tujuannya
apaan, terus pantes engga sih baru paje putih biru udah punya doi, kalo dilihat
fungsi pacaran sebenernya buat apaan, emangnya pacaran engga pake pegangan atau
kiss bisa ???
Terus dilihat fungsinya karena udah jadian maka kamu bisa ngapa-ngapain, sang pacar, abis kalo engga begitu engga asyik pacarannya, apa memang musti begitu ?? Ada semacam anggapan diantara beberapa remaja bahwa, wajar-wajar aja kalo cuma kiss, yah bisa dianggap semacam ungkapan atau expresi kasih sayang. Terus kapan pacar pantas dikiss dan kamu kalo boleh nge-kiss pacar. Soalnya kalo udah berdekatan susah banget ngontrol tendangan adrenalin, apalagi buat cowok yang seolah-olah sering menjadi decision maker dalam berprilaku dalam pacaran, dan terus terang ajah kadang-kadang cewek itu suka bingung untuk menolak tangan jahil cowok loh... padahal belum tentu pacar kamu seneng digerayangin, tapi sayangnya komunikasi untuk hal-hal yang kayak gini susah banget diomongin, padahal yang namanya sayang engga harus selalu melakukan hal-hal yang menjurus kearah sana khan ?? terus coba tanya sama hati kecil kamu apakah bener yang namanya sayang atau cinta berarti kamu bisa ngapa-ngapa'in pacar kamu ?? padahal pacar belum teentu atau kamu juga belum tentu jadi pasangannya kelak khan ??
Kalo orangtua jaman dulu khan jarang-jarang yah yang awalnya pacaran, biasanya
dikenalin (baca dijodohin) dan dalam beberapa bulan, akhirnya menikah. jadi
pacaran itu sendiri adalah penjajagan, sosialisai, belajar menghadapi konflik,
menghargai perbedaan dan sebenernya proses pemahaman interaksi dengan lawan
jenis. Mustinya dengan perkembangan nilainya, arti pacaran jadi lebih demokratis
dan positif tapi kok malah menimbulkan banyak bencana, kayak misalnya kehamilan
yang tidak diinginkan, aborsi, dating rap, kekerasan dalam pacaran atau bahkan
HIV/AIDS.
Terus mesti gimana dong ???
Kesepakatan Buat kamu yang udah atau bahkan belom pacaran (masih PeDeKaTe), kalo mau memulai sebuah hubungan, buat aja kesepakatan hal-hal apa yang masih bisa di tolerir untuk bisa atau tidak dilakukan, tanyakan sama sang pacar perilaku seperti apa yang bisa dia terima, bahkan kalo mau meleparkan rayun pulau kepala, banyak-banyak pikirin dampak dari kenakalan tangan dan si 'adek'. Coba empati kalo hal itu terjadi sama kakak atau adik perempuan kamu ??? Dengan adanya kesempakatan maka kalo terjadi hal-hal yakin tidak diinginkan, tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau terpaksa harus menerima perlakukan dari perilaku yang ngaco, kalo dari awal kalian udah sepakat untuk hot, terus entarnya putus kan posisinya jadi fair kan. Lihat Sikon Hindari tempat atau suasana yang biasa mengundang, mengundang untuk kamu horny atau bisa membuat kamu kebablasan, asal tahu aja beberapa kasus dari teman kamu yang akhirnya melakukan HUM (Hubungan Intim), karena abis nonton bokep bareng pacar, dan tempat atau lokasi dari terjadinya HUM sebelum menikah adalah rumah, naaah kalo udah ngerasa dirumah engga ada siapa-siapa, cuma kalian berdua, coba deh cari teman yang lebih rame sehingga engga bikin kalian terlarut dalam kesepian mengundang.
Sebenernya pacaran harus cium bibir dan pegangan tangan
engga sih ??
Engga ada yang bilang kalo pacaran engga pake pegang dan cium bibir, engga
afdhol. Engga ketahuan siapa yang memulai kesepakatan kalo pacaran engga melakukan
duia aktivitas diatas maka engga lengkap, padahal yang namanya pertimbangan
nilai, kamu dan pacar khan beda, kalo menurut kamu kamu ok-ok ajah cium bibir
belum tentu menurut pacar kamu juga ok untuk dicium. Biasanya sih jalan menuju
prilaku yang ngaco biasanya diawali dari yang kecil-kecil dari mulai memegang
jari, trus lengan trus dan trus deh, apalagi kalo cowok-cowok ngedapetin cdweknya
diem ajah, diemnya cewek sering diartikan bahwa sang cewe menerima dan tidak
keberatan padahal mana cowok-cowok tahu kalo sebenernya cewek tuh bingung musti
nolaknya gimana atau takut cowoknya marah dan dibilang engga sayang karena engga
dibolehin minta yang lebih dari pegangan dan cium bibir. Untuk informasi aja
ya cowok-cowok coba deh tanya pacar kamu apa mereka seneng atau keberatan engga
sih kalo misalnya badannya digerayangain sama kamu. Terus buat cewek-cewek jangan
berharap deh cowok itu bisa 'ngebaca' pikiran kamu, atau engga bakalan minta
yang lebih, apalagi kalo kamunya diem ajah, jadi ngomongin aja kalo kamu engga
suka atau engga terima, soalnya kan pacaran terkadang engga ngejamin kalo kamu
bisa terus sama dia sementara kamu udah abis diekplorasi sebelum waktunya. Soalnya
dampak psikis dan fisik itu nampak di cewek, karena jelas aja cowo engga punya
selaput dara dan engga bakalan hamil, apalagi dari anatomis alat reproduksi
cowok lebih nampak, sedangkan cewek lebih sulit untuk dideteksi. Sebenernya
juga dengan membicarakan pantes engga dua aktivitas tersebut dilakukan adalah
satu hal yang semestinya memang dikomunikasikan, inget-inget aja tujuan kamu
pacaran emangnya cuman buat menyalurkan dorongan biologis aja ??
Kapan Sebaiknya ngebicarakan gaya atau prilaku apa
dalam berpacaran ?
- Sedini mungkin, artinya ketika kalian mulai PeDeKaTe dan dapet lampu hijau,
naaah soalnya kalo baru jadian itu lagi anget-angetnya sih, dengan begitu menunjukan
bahwa kamu naksir si doi bukan hanya karena doi cakep atau seksi aja, tapi menghargai
dia sebagai perempuan bukan cuma sebagai object yang bisa dipegang, dipeluk
dan dicium.
- Jangan asal ngikuti Trend, kalo itu bertentangan dengan nilai yang kamu anut, misalnya kayak di bulan puasa pantes engga disiang bolong kamu jalan sambil peluk-peluk'an. Atau karena teman kamu bilang DeepKiss itu lagi heboh, terus kamu juga jadi penasaran pengen coba, tanpa tahu konsekuensi apa setelah ber-DeepKiss. Disamping membangkitkan libido kamu, ciuman model gitu juga adalah media yang tepat untuk bisa menularkan penyakit misalnya aja Hepatitis C atau bahkan HIV. Coba pikirin lagi semua dampak dari dorongan seksual kamu, emang sih enak dan susah di tahan, tapi kalo udah hamil atau HIV lebih engga enak. jadi bukan cuma jadian ajah, belajar bertanggungjawab bahwa pacar kamu adalah bukan milik kamu, dia sama sama kamu punya asasi, keinginan dan penghargaan.
Emang sih semua keputusan ada di tangan kamu dan kamu yang punya pilihan tapi
dengan punya pengetahuan atas pilihan kamu, kamu akan jadi lebih terbekali...
Cewek kamu adalah Ibu dan saudara perempuan kamu, so berani bilang TIDAK sebelum
terjadi yang engga-engga. (Rianty Mellantika AW)
| ||
Tips agar pacaran tidak membosankan..
Mungkin diantara temen-temen ada yang sedang mengalami kebosanan
atau kejenuhan dalam hubungan, dan lagi gak punya ide mau ngapain. Nah
disini coba kasih sedikit tips agar pacaran tidak membosankan, yang
pernah dilakukan orang lain dengan pasangannya, semoga juga bisa jadi
solusi buat yang lagi buntu.
a. Jangan terlalu sering ketemu
Frekuensi bertemu yang terlalu sering akan membuat hubungan cepat hambar. Dalam hubungan apapun yang penting kualitasnya bukan kuantitasnya.
c. Berbaur dengan temannya
Tidak ada salahnya berbaur dengan teman – teman dari pasangan anda. Jika anda sedang bosan dengan pacar, bisa dialihkan dengan teman-temannya yang dia sudah kenal.
d. Moment dadakan
Jangan terlalu lempeng dengan hubungan anda, itu sangat membosankan. Buatlah moment dadakan untuk acara sekecil apapun, karena hal tersebut akan membuat pasangan merasa tiap saat adalah moment berharga.
e. Surprise kecil
Jangan segan-segan memberikan kejutan kecil pada pasangan. Tidak harus selalu pria ke wanita, bisa sebaliknya. Karena hubungan pacaran adalah hubungan dua arah.
f. Olahraga berdua
Lepas dari rutinitas yang menguras otak dan fikiran, coba anda buat jadwal khusus berdua ke gym atau hanya sekedar jogging berdua. Bahkan bisa juga hubungan anda makin erat.
h. Ke Salon berdua
Salon bukan hanya milik wanita, pria juga wajib ke salon. Ajaklah pasangan anda saat ke salon, bukan untuk menemani atau sekedar menunggui, tapi libatkan pasangan dalam kegiatan salon anda. Seperti creambath atau perawatan tubuh lainnya.
i.Panggilan sayang
Panggilan sayang haruslah selalu ada dalam suatu hubungan. Jangan memanggil dengan kalimat ‘sayang’,'cinta’, de.el.el saja, tetapi variasikan panggilan anda, agar tidak sama dengan pasangan-pasangan lain.
Semoga tips agar pacaran tidak membosankan ene berguna yah guys…..sebenernya bukan buat yang lagi pacaran ajah sih, yang udah berkeluarga juga boleh dicoba koq .Selamat mencoba…!!
Berikut ada beberapa tips agar pacaran tidak membosankan yang
mungkin berguna dan bisa membantu temen-temen. Bukan hal yang mutlak
koq buat dilakukan, hanya sedikit ‘ide’ saja.
a. Jangan terlalu sering ketemu
Frekuensi bertemu yang terlalu sering akan membuat hubungan cepat hambar. Dalam hubungan apapun yang penting kualitasnya bukan kuantitasnya.
b. Kabur dari pasangan
Sesekali anda perlu ‘kabur’ dari pasangan. Maksudnya jika anda terbiasa dengan ‘melaporkan’ semua aktifitas, cobalah keluar dari kebiasaan itu.
Sesekali anda perlu ‘kabur’ dari pasangan. Maksudnya jika anda terbiasa dengan ‘melaporkan’ semua aktifitas, cobalah keluar dari kebiasaan itu.
Tidak ada salahnya berbaur dengan teman – teman dari pasangan anda. Jika anda sedang bosan dengan pacar, bisa dialihkan dengan teman-temannya yang dia sudah kenal.
d. Moment dadakan
Jangan terlalu lempeng dengan hubungan anda, itu sangat membosankan. Buatlah moment dadakan untuk acara sekecil apapun, karena hal tersebut akan membuat pasangan merasa tiap saat adalah moment berharga.
e. Surprise kecil
Jangan segan-segan memberikan kejutan kecil pada pasangan. Tidak harus selalu pria ke wanita, bisa sebaliknya. Karena hubungan pacaran adalah hubungan dua arah.
Lepas dari rutinitas yang menguras otak dan fikiran, coba anda buat jadwal khusus berdua ke gym atau hanya sekedar jogging berdua. Bahkan bisa juga hubungan anda makin erat.
g. Mengenal keluarganya
Mengenal keluarganya tidak hanya anda yang akan memutuskan menikah. Saat pacaran juga perlu mengenal keuarga masing-masing. Sesekali berbaurlah dengan keluarganya tanpa melibatkan pasangan anda.Seperti berbelanja dengan ibunya, atau ke karaoke dengan kakaknya.
Mengenal keluarganya tidak hanya anda yang akan memutuskan menikah. Saat pacaran juga perlu mengenal keuarga masing-masing. Sesekali berbaurlah dengan keluarganya tanpa melibatkan pasangan anda.Seperti berbelanja dengan ibunya, atau ke karaoke dengan kakaknya.
Salon bukan hanya milik wanita, pria juga wajib ke salon. Ajaklah pasangan anda saat ke salon, bukan untuk menemani atau sekedar menunggui, tapi libatkan pasangan dalam kegiatan salon anda. Seperti creambath atau perawatan tubuh lainnya.
i.Panggilan sayang
Panggilan sayang haruslah selalu ada dalam suatu hubungan. Jangan memanggil dengan kalimat ‘sayang’,'cinta’, de.el.el saja, tetapi variasikan panggilan anda, agar tidak sama dengan pasangan-pasangan lain.
Semoga tips agar pacaran tidak membosankan ene berguna yah guys…..sebenernya bukan buat yang lagi pacaran ajah sih, yang udah berkeluarga juga boleh dicoba koq .Selamat mencoba…!!
Langganan:
Komentar (Atom)