Jumat, 06 Januari 2012

Ketika Mahasiswa Kuliah Sambil Bisnis

Kekurangan biaya bukan berarti tak bisa meneruskan pendidikan sampai perguruan tinggi. Sebuah lembaga menawarkan program Mahasiswa Marginal yang intinya mahasiswa bisa kuliah sambil kerja. Lembaga ini memberi pelatihan sekaligus modal usaha. Ratusan mahasiswa ekonomi lemah tertarik mengikutinya.

Di kalangan perguruan tinggi di Medan (Sumut) ada istilah yang populer yaitu Mahasiswa Marginal (MM). Apa artinya? "Mahasiswa yang punya potensi, motivasi, dan kreativitas tinggi. Namun, karena kemampuan ekonomi orang tua rendah, ia gigih melakukan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan kuliah lewat usaha yang digelutinya. Usaha, mereka juga kebanyakan skala kecil," jelas Iswan Kaputra, salah seorang koordinator program MM.

Program ini menurut Iswan berawal dari kegelisahan Ir. Soekirman MM karena pemerintah atau institusi lain kurang memikirkan mahasiswa yang berasal dari keluarga pas-pasan. Mei 1989, Soekirman bersama rekan-rekannya mendirikan Yayasan Bitra Indonesia (YBI) untuk membantu mahasiswa kurang mampu. "Programnya diberi nama Pelayanan Wirausaha Konsultasi dan Pengembangan Studi Mahasiswa Marginal yang disingkat MM," lanjut Iswan.

Menurut Iswan, salah satu tujuan program adalah mengembangkan lapangan kerja di sektor informal untuk meningkatkan kesejahteraan si mahasiswa. "Juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa," cetus ayah dua putra ini. Iswan melanjutkan, "Usahanya bermacam-macam. Antara lain menarik becak, ternak ayam, jual rokok, parfum, buku, majalah bekas, loper koran, menjahit dan lain-lain. Ada 63 jenis usaha."

TERGOLONG MAHASISWA GIGIH

Program ini ternyata menarik minat para mahasiswa. Sekarang, ada 234 anggota MM yang terdiri dari mahasiswa PTN dan PTS. "Di antara mereka, ada 50 yang jadi penarik becak. Jadi, mereka tergolong mahasiswa gigih. Bayangkan, betapa repotnya mereka sehari-hari bagi waktu antara kuliah, bisnis, dan berbagai kegiatan lain. Apalagi bagi mahasiswa dari luar kota yang harus masak dan cuci sendiri," papar Iswan.

Ada beberapa syarat mahasiswa bergabung dengan YBI. Yang terutama, "Kami harus tahu mahasiswa itu betul-betul tak mampu dan tidak mendapat subsidi dari orang tua. Mereka juga sudah memiliki usaha kecil-kecilan di Medan dan sudah jalan tiga bulan. Nah, mereka kami bantu modal sebesar maksimal Rp 1,5 juta. Sebelumnya kami membekali dengan pelatihan, diskusi, magang, dan studi banding."

Syarat lain, mahasiswa harus sudah semester 2 - 7 untuk S1. Sedangkan mahasiswa D3 semester 2 - 3. IP mereka minimal 2,0. "Mereka juga harus dapat persetujuan dekan, pembantu dekan, atau ketua jurusan dan disetujui orang tua," papar Iswan panjang lebar.

Kelebihan program MM, kata Iswan, mahasiwa tidak memerlukan jaminan aset atau pinjaman. Mereka hanya dikenakan bunga 12 persen per tahun dalam jangka waktu 6 - 24 bulan. "Jika anggota program membandel mengangsur atau tidak melunasi, kami nanti menahan ijazah mereka. Itu sebabnya, pihak fakultas dilibatkan dalam syarat pinjaman kredit," tutur Iswan.

JADI NARA SUMBER

Salah seorang mahasiswa yang ikut program MM adalah Husni Kamarhaban Siregar (21). Semangatnya untuk maju sudah diperlihatkan sejak STM. Waktu itu, ia kerja di bengkel. "Lulus STM saya terus memikirkan bagaimana bisa kuliah. Ayah, kan, sudah pensiun. Ayah hanya bisa memberikan uang untuk biaya pendaftaran dan uang kuliah pertama saja sebesar Rp 1 juta. Saran Ayah, saya harus cari biaya sendiri jika ingin kuliah," ujar pria asal Rantau Prapat ini.

Ibarat pucuk dicinta ulam tiba, ada teman Husni yang memperkenalkannya dengan program MM. "Dia sudah duluan ikut program ini. Jadi, saya tahu apa keuntungannya bergabung," ujar Husni yang memilih usaha ternak ayam kampung. Ia dapat modal Rp 500 ribu.

Berkat ilmu yang didapat dari STM, pria yang masih tetap kerja di bengkel ini sanggup membuat alat penetasan sendiri. Satu kotak berisi 400 - 450 telur. Ia mengaku tugasnya setiap pagi membolak-balikkan telur ayam. "Biasanya dalam satu kotak yang rusak cuma 20 butir. Telur ayam yang tidak bisa menetas akan saya jual," lanjut Husni.

Husni mengaku, ia tidak sulit memasarkan ayam kampungnya. "Ayam saya sudah ada yang nampung di Pasar Pagi Brayan," katanya. Ia tinggal menghitung keuntungannya. "Cukuplah untuk membayar uang kuliah dan kebutuhan sehari-hari," cetus bungsu dari empat bersaudara ini.

Usaha Husni dipandang cukup sukses. Terbukti dua bulan lalu ia diminta jadi nara sumber untuk program acara mahasiswa dan usaha di Istana Radio FM. Sehari setelah acara mengudara, "Saya ditelepon seseorang. Dia mau memberi pinjaman dana untuk mengembangkan usaha. Saya juga dikontrakkan rumah," kata Husni yang sekarang tinggal di rumah kontrakan, tak jauh dari kampusnya di Jln. Bromo Medan.

Sudah puaskah Husni? "Siapa, sih, orang yang sudah puas kalau semua yang dilakukan masih setengah jalan. Saya maunya menyelesaikan kuliah tepat waktu. Ada satu lagi keinginan, saya ingin buka kafe," harap Husni. Karena sibuk kerja dan kuliah, Husni ibarat tak punya waktu libur. "Bila pun libur, saya tidak punya waktu untuk pulang kampung."

PINTAR ATUR WAKTU

Bila Husni memilih usaha ternak, Diny Setianingrum (23) membuka usaha warung kopi. Selain itu, ia juga ikut Multi Level Marketing yang sudah ia jalani sejak SMU. "Maklum, sejak SD saya sudah punya jiwa dagang. Waktu itu, saya ikut tetangga membuat aksesoris. Apalagi, keluarga saya punya moto tak usah jadi pegawai negeri. Makanya saya ingin berwiraswasta saja," kisah Diny.

Mahasiswi Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara ini, berprinsip untuk meraih sukses mesti melalui berbagai tahapan. "Maksudnya, saya harus ikut pontang-panting ke lapangan dan harus mau menerima untung cuma seribu rupiah," ujar Diny yang sejak kelas I SMU sudah ikut berdagang MLM untuk alat kecantikan. "Dagangan saya yang laris parfum."

Lulus SMU, Diny mengambil program D3. Meski sudah menyelesaikan pendidikannya sulung dari lima bersaudara ini belum puas. Ia kuliah lagi di Fakultas Ekonomi, USU. "Saya ikut kuliah malam ambil program Extension selama dua tahun. Sekarang baru semester pertama. Untuk tambah biaya, mulai tahun lalu saya buka usaha warung kopi dekat kampus saya," kata gadis manis berkulit putih ini.

Meski termasuk anggota MM, Diny tak perlu pinjam modal. Dari hasil usahanya selama ini, ia sudah cukup punya modal. Apalagi usaha MLM-nya juga masih berjalan. Ada kiat khusus yang dilakukan Diny agar usahanya berjalan lancar. "Saya suka ikut organisasi. Makanya saya jadi banyak teman."

Warga Perumnas Simalingkar ini menambahkan, ia ingin kuliah dan usahanya berjalan lancar. Itu sebabnya, ia tak mengeluh meski tak banyak waktu untuk bersantai. "Kalau masalah itu, sih, pintar-pintar kita mengatur waktu. Kalau ada urusan yang tidak boleh ditinggalkan, ya untuk urusan lain disingkirkan dulu. Yang penting semua itu saya lakukan dengan enjoy," ujar Diny yang membuka warung bersama kekasihnya, Doli, dan rekannya Andi Mako.

Dari hasil usahanya, Diny tak sekadar bisa memenuhi kebutuhan uang kuliah. Ia juga bisa menabung. Tak heran, di program MM ia ditunjuk jadi relawan. Lantas apa cita-citanya? "Saya ingin buka toko tekstil sendiri," kata Diny yang sedang bersiap-siap merintis usaha sabun colek.

Senin, 07 November 2011

Perkawinan Beda Agama di Indonesia

Quantcast
Perkawinan di Indonesia diatur oleh UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Berdasarkan UU tersebut perkawinan di definisikan sebagai ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Oleh karenanya dalam UU yang sama diatur bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu serta telah dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Namun bagaimana dengan perkawinan beda agama. Perkawinan beda agama bukanlah perkawinan campuran dalam pengertian hukum nasional kita karena perkawinan campuran menurut UU Perkawinan disebut sebagai perkawinan yang terjadi antara WNI dengan WNA. Akan tetapi perkawinan beda agama di masyarakat sering pula disebut sebagai perkawinan campuran. Untuk memudahkan, tulisan ini hanya akan menggunakan istilah perkawinan beda agama
UU Perkawinan sendiri penafsiran resminya hanya mengakui perkawinan yang dilangsungkan berdasarkan agama dan kepercayaan yang sama dari dua orang yang berlainan jenis yang hendak melangsungkan perkawinan. Dalam masyarakat yang pluralistik seperti di Indonesia, sangat mungkin terjadi perkawinan diantara dua orang pemeluk agama yang berlainan. Beberapa diantara mereka yang mempunyai kelimpahan materi mungkin tidak terlampau pusing karena bisa menikah di negara lain, namun bagaimana yang kondisi ekonominya serba pas-pasan. Tentu ini menimbulkan suatu masalah hukum
Ada dua cara dalam menyikapi perkawinan beda agama ini:
Pertama: Salah satu pihak dapat melakukan perpindahan agama, namun ini dapat berarti penyelundupan hukum, karena sesungguhnya yang terjadi adalah hanya menyiasati secara hukum ketentuan dalam UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Namun setelah perkawinan berlangsung masing-masing pihak kembali memeluk agamanya masing-masing. Cara ini sangat tidak disarankan.
Kedua: Berdasarkan Putusan MA No 1400 K/Pdt/1986 Kantor Catatan Sipil diperkenankan untuk melangsungkan perkawinan beda agama. Kasus ini bermula dari perkawinan yang hendak dicatatkan oleh Ani Vonny Gani P (perempuan/Islam) dengan Petrus Hendrik Nelwan (laki-laki/Kristen).
Dalam putusannya MA menyatakan bahwa dengan pengajuan pencatatan pernikahan di KCS maka Vonny telah tidak menghiraukan peraturan agama Islam tentang Perkawinan dan karenanya harus dianggap bahwa ia menginginkan agar perkawinannya tidak dilangsungkan menurut agama Islam. Dengan demikian, mereka berstatus tidak beragama Islam, maka KCS harus melangsungkan perkawinan tersebut.
Nah putusan ini, secara sekilas hanya berlaku bila perempuan yang beragama Islam dan Laki-laki yang beragama Nasrani hendak melangsungkan perkawinan. Lalu bagaimana dengan bila sebaliknya? Secara argumentum a contrario maka KUA wajib melangsungkan perkawinannya, karena perempuan yang beragama Nasrani tidak lagi menghiraukan statusnya yang beragama Nasrani. Oleh karena itu melakukan penundukkan hukum secara jelas kepada seluruh Hukum Islam yang terkait dengan perkawinan.
Dengan ini, dari semula pasangan yang berbeda agama tidak perlu melakukan penyelundupan hukum dengan mengganti agama untuk sementara, namun bisa melangsungkan perkawinan tanpa berpindah agama.

Cara Mencegah Prilaku Seks Bebas Pada Remaja

Dewasa ini, permasalahan remaja kita merupakan persoalan yang sangat serius. Jika permasalahan remaja yang ada di negeri ini tidak dikurangi dan diselesaikan dengan cepat maka dapat menyebabkan hancurnya tatanan bangsa di masa depan. Beberapa faktor yang mendorong anak remaja usia sekolah SMP dan SMA melakukan hubungan seks di luar nikah diantaranya adalah pengaruh liberalisme atau pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan dan faktor keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut serta pengaruh dari media massa. Seks bebas adalah perilaku seks di luar hubungan pernikahan. Menurut Sigmund Freud, seks adalah naluri dasar yang sudah ada sejak manusia lahir. Sejak lahir, manusia sudah menjadi mahluk yang seksual atau memiliki libido (enerji seksual) yang mengalami perkembangan melalui fase yaitu: oral, anal, falik dan genital. Berikut beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah prilaku seks bebas pada remaja: Adanya kasih sayang, perhatian dari orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang. Salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan remaja kita terjerumus ke dalam prilaku seks bebas adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Perilaku seks bebas pada remaja saat ini sudah cukup parah. Peranan agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut. Sebagai makhluk yang mempunyai sifat egoisme yang tinggi maka remaja mempunyai pribadi yang sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan di luar dirinya akibat dari rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Tanpa adanya bimbingan maka remaja dapat melakukan perilaku menyimpang. Untuk itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua dan anak dengan melakukan komunikasi yang efektif. Mungkin seperti menjadi tempat curhat bagi anak-anak anda, mendukung hobi yang diinginkan selama kegiatan tersebut positif untuk dia. Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi. Pada usia remaja, mereka selalu mempunyai keinginan untuk mengetahui, mencoba dan mencontoh segala hal. Seperti dari media massa dan elektronik yang membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti seperti yang ada dalam tayangan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengawasan dalam hal tersebut. Mungkin dengan mendampingi mereka saat melihat tayangan tersebut. Menambah kegiatan yang positif di luar sekolah, misalnya kegiatan olahraga. Selain menjaga kesehatan tubuh, kesibukan di luar sekolah seperti olahraga dapat membuat perhatian mereka tertuju ke arah kegiatan tersebut. Sehingga, memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk melakukan penyimpangan prilaku seks bebas. Perlu dikembangkan model pembinaan remaja yang berhubungan dengan kesehatan produksi. Perlu adanya wadah untuk menampung permasalahan reproduksi remaja yang sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang terarah baik secara formal maupun informal yang meliputi pendidikan seks, penyakit menular seksual, KB dan kegiatan lain juga dapat membantu menekan angka kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja. Perlu adanya sikap tegas dari pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas. Dengan memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku seks bebas, diharapkan mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Sumber referensi: http://www.berbagaihal.com/2011/03/mencegah-prilaku-seks-bebas-pada-remaja.html

5 Pelanggaran dalam Pacaran

1. Melakukan berbagai hal pendahuluan zina.
Padahal segala perantara menuju zina itu dilarang, baik dengan memandang lawan jenis dengan syahwat (nafsu), meraba atau menyentuh, berdua-duaan, apalagi sampai berciuman meskipun hal-hal tersebut tidak sampai zina. Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Kata Asy Syaukani dalam Fathul Qodir, "Jika mendekati zina dengan melakukan berbagai hal sebagai pendahuluan zina itu terlarang, maka zina sendiri jelas terlarang. Karena sesuatu itu haram, maka segala perantara menuju sesuatu tersebut jelas haram. Inilah yang dimaksud dalam konteks kalimat." Syaikh 'Abdurrahman As Sa'di dalam kitab tafsirnya menjelaskan, "Larangan dalam ayat ini adalah larangan untuk mendekati zina. Larangan mendekati saja tidak dibolehkan apalagi sampai melakukan zina itu sendiri. Larangan mendekati zina ini meliputi larangan melakukan berbagai pendahuluan dan perantara menuju zina."
2. Berduaan dengan lawan jenis.
Ini juga pelanggaran yang tidak bisa dipungkiri. Berduaan bisa jadi berduaan di satu tempat, di kegelapan, atau di tempat sepi, atau boleh jadi berduaan lewat sms-an, telepon atau lebih keren lagi lewat pesan facebook. Banyak kejadian yang berawal dari berdua-duaan seperti ini, di antaranya berhubungan lewat inbox facebook, lalu mengajak ketemuan, lantas ujung-ujungnya terjadilah apa yang terjadi. Berdua-duaan dengan lawan jenis terlarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain)
3. Tidak menundukkan pandangan.
Dengan lawan jenis kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan jelas terlarang jika dengan syahwat (nafsu). Perintah ini dimaksudkan agar lebih menjaga hati dan agar hati tidak tergoda pada zina. Memandang lawan jenis barulah jadi halal jika melalui hubungan pernikahan atau dibolehkan jika wanita yang dipandang masih mahrom kita. Mengenai larangan memandangn lawan jenis, disebutkan dalam hadits Jabir bin 'Abdillah,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770).
4. Tidak menjaga aurat.
Ini pun jelas ada dalam pacaran. Karena seringnya berdua-duaan, si pria pun ingin melihat aurat wanita. Si pria ingin melihat indah gemulai rambutnya dan sebagainya yang merupakan aurat. Padahal menutup aurat dengan mengenakan jilbab itu adalah wajib sebagaimana firman Allah Ta'ala,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Ahzab: 59). Melihat aurat wanita barulah dibolehkan jika memang halal sebagai istri, bukan saat pacaran. Kerabatnya saja yang masih mahrom dibolehkan melihat sebatas anggota tubuh yang nampak ketika berwudhu. Lantas kenapa orang yang jauh sampai dibolehkan melihat kehormatan wanita tersebut padahal akad nikah pun belum ada?
5. Bersentuhan dengan lawan jenis.
Ini pun pelanggaran yang sering dilakukan oleh yang berpacaran. Baik di kesepian maupun tempat umum, seringnya ingin berjalan bergandengan tangan padahal belum halal.
Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah)
Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Ini baru lima pelanggaran yang kami ungkap dari sisi dalil. Namun masih banyak pelanggaran selain itu yang semuanya berujung pada zina. Awal berpacaran saja penuh kekhawatiran karena seringkali melakukan dosa, ujungnya pun penuh penyesalan. Luqman berkata kepada anaknya, “Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/326)
So ... stop pacaran! Tempuh jalan yang halal. Cukup ta'aruf (perkenalan dalam waktu singkat) ketika ingin serius nikah, lantas datang ke rumah ortu untuk lamaran, dan langsungkanlah segera pernikahan, jangan tunda-tunda. Lebih cepat, lebih baik!
Semoga Allah beri taufik pada para remaja sekalian untuk mengenal ajaran Nabinya dan semoga mereka pun semakin bertakwa dan takut akan siksa-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.

Islam Kok Pacaran

oleh Aliman Syahrani

Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.
Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.
Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).
Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual da lam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua. Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?
Atas dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral dan akhlak. Na’udzubillah min dzalik !
Sudah banyak gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern (westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : "Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah." (HR Ahmad dan Abu Daud).
Namun Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: "Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya." Tabrani dan Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: "Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati."
Tapi mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba "berdalih" dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud berikut : "Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya." Tarohlah mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi "dunia berpacaran" mereka. Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi "perahu pacaran" itu ? Dan jika kita kembalikan lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan "mencintai karena Allah" tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai "mencintai karena Allah ?" Jawabnya jelas tidak !
Dalam kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja laksanakan.

Dikutip dari: http://www.indomedia.com/bpost/012000/24/opini/resensi.htm

 

Artikel II

Pacaran dalam Islam

Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?
Memiliki rasa cinta adalah fitrah
Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya...... dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe' akhirnya....... pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."
(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
'GAYA PACARAN'       
 
Kalo ditanya untuk apa kamu pacaran ? Kira-kira tahu engga atau ada yang bisa memberikan jawaban yang pasti kenapa harus punya pacar, dan buat apa pacaran, soalbya kalo ngeliat haya dan budaya pacaran generasi melenium ini kok lebih banyak menyerempet-nyerempetnya, jangan marah dulu ya emang gak semua remaja pacarannya nyerempat, tapi percepatan kematangan usia pubertas bisa jadi patokan kalo anak sekarang lebih cepet gedenya, naah udah sering dibahas kalo cewe yang mengalamai menarche (haid pertama) dan cowok udah mimpi basah, maka udah mengalamai dorongan seksual, yah salah satunya ketertarikan terhadap lawan jenis, keinginan untuk seneng berdekatan termasuk diperhatikan apalagi disayang.
Satu hal yang mungkin sering dilupakan adalah buat apa sih kita pacaran, tujuannya apaan, terus pantes engga sih baru paje putih biru udah punya doi, kalo dilihat fungsi pacaran sebenernya buat apaan, emangnya pacaran engga pake pegangan atau kiss bisa ???

Terus dilihat fungsinya karena udah jadian maka kamu bisa ngapa-ngapain, sang pacar, abis kalo engga begitu engga asyik pacarannya, apa memang musti begitu ?? Ada semacam anggapan diantara beberapa remaja bahwa, wajar-wajar aja kalo cuma kiss, yah bisa dianggap semacam ungkapan atau expresi kasih sayang. Terus kapan pacar pantas dikiss dan kamu kalo boleh nge-kiss pacar. Soalnya kalo udah berdekatan susah banget ngontrol tendangan adrenalin, apalagi buat cowok yang seolah-olah sering menjadi decision maker dalam berprilaku dalam pacaran, dan terus terang ajah kadang-kadang cewek itu suka bingung untuk menolak tangan jahil cowok loh... padahal belum tentu pacar kamu seneng digerayangin, tapi sayangnya komunikasi untuk hal-hal yang kayak gini susah banget diomongin, padahal yang namanya sayang engga harus selalu melakukan hal-hal yang menjurus kearah sana khan ?? terus coba tanya sama hati kecil kamu apakah bener yang namanya sayang atau cinta berarti kamu bisa ngapa-ngapa'in pacar kamu ?? padahal pacar belum teentu atau kamu juga belum tentu jadi pasangannya kelak khan ??
Kalo orangtua jaman dulu khan jarang-jarang yah yang awalnya pacaran, biasanya dikenalin (baca dijodohin) dan dalam beberapa bulan, akhirnya menikah. jadi pacaran itu sendiri adalah penjajagan, sosialisai, belajar menghadapi konflik, menghargai perbedaan dan sebenernya proses pemahaman interaksi dengan lawan jenis. Mustinya dengan perkembangan nilainya, arti pacaran jadi lebih demokratis dan positif tapi kok malah menimbulkan banyak bencana, kayak misalnya kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, dating rap, kekerasan dalam pacaran atau bahkan HIV/AIDS.
Terus mesti gimana dong ???

Kesepakatan
Buat kamu yang udah atau bahkan belom pacaran (masih PeDeKaTe), kalo mau memulai sebuah hubungan, buat aja kesepakatan hal-hal apa yang masih bisa di tolerir untuk bisa atau tidak dilakukan, tanyakan sama sang pacar perilaku seperti apa yang bisa dia terima, bahkan kalo mau meleparkan rayun pulau kepala, banyak-banyak pikirin dampak dari kenakalan tangan dan si 'adek'. Coba empati kalo hal itu terjadi sama kakak atau adik perempuan kamu ??? Dengan adanya kesempakatan maka kalo terjadi hal-hal yakin tidak diinginkan, tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau terpaksa harus menerima perlakukan dari perilaku yang ngaco, kalo dari awal kalian udah sepakat untuk hot, terus entarnya putus kan posisinya jadi fair kan.

Lihat Sikon
Hindari tempat atau suasana yang biasa mengundang, mengundang untuk kamu horny atau bisa membuat kamu kebablasan, asal tahu aja beberapa kasus dari teman kamu yang akhirnya melakukan HUM (Hubungan Intim), karena abis nonton bokep bareng pacar, dan tempat atau lokasi dari terjadinya HUM sebelum menikah adalah rumah, naaah kalo udah ngerasa dirumah engga ada siapa-siapa, cuma kalian berdua, coba deh cari teman yang lebih rame sehingga engga bikin kalian terlarut dalam kesepian mengundang.
Sebenernya pacaran harus cium bibir dan pegangan tangan engga sih ??
Engga ada yang bilang kalo pacaran engga pake pegang dan cium bibir, engga afdhol. Engga ketahuan siapa yang memulai kesepakatan kalo pacaran engga melakukan duia aktivitas diatas maka engga lengkap, padahal yang namanya pertimbangan nilai, kamu dan pacar khan beda, kalo menurut kamu kamu ok-ok ajah cium bibir belum tentu menurut pacar kamu juga ok untuk dicium. Biasanya sih jalan menuju prilaku yang ngaco biasanya diawali dari yang kecil-kecil dari mulai memegang jari, trus lengan trus dan trus deh, apalagi kalo cowok-cowok ngedapetin cdweknya diem ajah, diemnya cewek sering diartikan bahwa sang cewe menerima dan tidak keberatan padahal mana cowok-cowok tahu kalo sebenernya cewek tuh bingung musti nolaknya gimana atau takut cowoknya marah dan dibilang engga sayang karena engga dibolehin minta yang lebih dari pegangan dan cium bibir. Untuk informasi aja ya cowok-cowok coba deh tanya pacar kamu apa mereka seneng atau keberatan engga sih kalo misalnya badannya digerayangain sama kamu. Terus buat cewek-cewek jangan berharap deh cowok itu bisa 'ngebaca' pikiran kamu, atau engga bakalan minta yang lebih, apalagi kalo kamunya diem ajah, jadi ngomongin aja kalo kamu engga suka atau engga terima, soalnya kan pacaran terkadang engga ngejamin kalo kamu bisa terus sama dia sementara kamu udah abis diekplorasi sebelum waktunya. Soalnya dampak psikis dan fisik itu nampak di cewek, karena jelas aja cowo engga punya selaput dara dan engga bakalan hamil, apalagi dari anatomis alat reproduksi cowok lebih nampak, sedangkan cewek lebih sulit untuk dideteksi. Sebenernya juga dengan membicarakan pantes engga dua aktivitas tersebut dilakukan adalah satu hal yang semestinya memang dikomunikasikan, inget-inget aja tujuan kamu pacaran emangnya cuman buat menyalurkan dorongan biologis aja ??
Kapan Sebaiknya ngebicarakan gaya atau prilaku apa dalam berpacaran ?
- Sedini mungkin, artinya ketika kalian mulai PeDeKaTe dan dapet lampu hijau, naaah soalnya kalo baru jadian itu lagi anget-angetnya sih, dengan begitu menunjukan bahwa kamu naksir si doi bukan hanya karena doi cakep atau seksi aja, tapi menghargai dia sebagai perempuan bukan cuma sebagai object yang bisa dipegang, dipeluk dan dicium.
- Jangan asal ngikuti Trend, kalo itu bertentangan dengan nilai yang kamu anut, misalnya kayak di bulan puasa pantes engga disiang bolong kamu jalan sambil peluk-peluk'an. Atau karena teman kamu bilang DeepKiss itu lagi heboh, terus kamu juga jadi penasaran pengen coba, tanpa tahu konsekuensi apa setelah ber-DeepKiss. Disamping membangkitkan libido kamu, ciuman model gitu juga adalah media yang tepat untuk bisa menularkan penyakit misalnya aja Hepatitis C atau bahkan HIV. Coba pikirin lagi semua dampak dari dorongan seksual kamu, emang sih enak dan susah di tahan, tapi kalo udah hamil atau HIV lebih engga enak. jadi bukan cuma jadian ajah, belajar bertanggungjawab bahwa pacar kamu adalah bukan milik kamu, dia sama sama kamu punya asasi, keinginan dan penghargaan.
Emang sih semua keputusan ada di tangan kamu dan kamu yang punya pilihan tapi dengan punya pengetahuan atas pilihan kamu, kamu akan jadi lebih terbekali... Cewek kamu adalah Ibu dan saudara perempuan kamu, so berani bilang TIDAK sebelum terjadi yang engga-engga. (Rianty Mellantika AW)

Tips agar pacaran tidak membosankan..

Mungkin diantara temen-temen ada yang sedang mengalami kebosanan atau kejenuhan dalam hubungan, dan lagi gak punya ide mau ngapain. Nah disini coba kasih sedikit tips agar pacaran tidak membosankan, yang pernah dilakukan orang lain dengan pasangannya, semoga juga bisa jadi solusi buat yang lagi buntu.
Berikut ada beberapa tips agar pacaran tidak membosankan yang mungkin berguna dan bisa membantu temen-temen. Bukan hal yang mutlak koq buat dilakukan, hanya sedikit ‘ide’ saja.

a. Jangan terlalu sering ketemu
Frekuensi bertemu yang terlalu sering akan membuat hubungan cepat hambar. Dalam hubungan apapun yang penting kualitasnya bukan kuantitasnya.

b. Kabur dari pasangan
Sesekali anda perlu ‘kabur’ dari pasangan. Maksudnya jika anda terbiasa dengan ‘melaporkan’ semua aktifitas, cobalah keluar dari kebiasaan itu.

c. Berbaur dengan temannya
Tidak ada salahnya berbaur dengan teman – teman dari pasangan anda. Jika anda sedang bosan dengan pacar, bisa dialihkan dengan teman-temannya yang dia sudah kenal.

d. Moment dadakan
Jangan terlalu lempeng dengan hubungan anda, itu sangat membosankan. Buatlah moment dadakan untuk acara sekecil apapun, karena hal tersebut akan membuat pasangan merasa tiap saat adalah moment berharga.

e. Surprise kecil
Jangan segan-segan memberikan kejutan kecil pada pasangan. Tidak harus selalu pria ke wanita, bisa sebaliknya. Karena hubungan pacaran adalah hubungan dua arah.

f. Olahraga berdua
Lepas dari rutinitas yang menguras otak dan fikiran, coba anda buat jadwal khusus berdua ke gym atau hanya sekedar jogging berdua. Bahkan bisa juga hubungan anda makin erat.

g. Mengenal keluarganya
Mengenal keluarganya tidak hanya anda yang akan memutuskan menikah. Saat pacaran juga perlu mengenal keuarga masing-masing. Sesekali berbaurlah dengan keluarganya tanpa melibatkan pasangan anda.Seperti berbelanja dengan ibunya, atau ke karaoke dengan kakaknya.

h. Ke Salon berdua
Salon bukan hanya milik wanita, pria juga wajib ke salon. Ajaklah pasangan anda saat ke salon, bukan untuk menemani atau sekedar menunggui, tapi libatkan pasangan dalam kegiatan salon anda. Seperti creambath atau perawatan tubuh lainnya.

i.Panggilan sayang
Panggilan sayang haruslah selalu ada dalam suatu hubungan. Jangan memanggil dengan kalimat ‘sayang’,'cinta’, de.el.el saja, tetapi variasikan panggilan anda, agar tidak sama dengan pasangan-pasangan lain.
Semoga tips agar pacaran tidak membosankan ene berguna yah guys…..sebenernya bukan buat yang lagi pacaran ajah sih, yang udah berkeluarga juga boleh dicoba koq .Selamat mencoba…!!