Senin, 07 November 2011

Ketika Kawat Gigi Beralih Fungsi Sebagai Aksesoris


Trend kawat gigi atau behel gigi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Benda yang satu ini dikenal sebagai alat perapih gigi yang modern. Di Indonesia, penggunaan kawat gigi baru di mulai pada tahun 80-an dan semakin popular pada awal 2000-an. Kawat gigi ada yang bersifat permanen artinya tidak dapat di lepas dan di pasang, lalu ada juga yang bisa di lepas dan dipasang. Sekarang ini behel gigi atau kawat gigi menjadi trend fashion di kalangan remaja yang sedang membooming, padahal  behel gigi itu sebenarnya untuk kesehatan dan sama sekali bukan untuk gaya-gayaan serta tidak baik dipakai oleh remaja. Behel gigi itu sebaiknya dipasang pada orang dewasa yang berusia diatas 20 tahun. Tapi kebanyakan sekarang yang menggunakan behel gigi itu para remaja ,hal seperti ini biasa disebut Korban Mode (Kormed). Tapi kalangan dewasa pun tak kalah untuk menjadikan behel gigi sebagai “Aksesoris wajib” khususnya wanita, namun tidak hanya kaum wanita saja yang menggandrungi kawat yang satu ini, kaum pria pun saat ini tidak malu untuk menggunakan aksesoris pelengkap gigi tersebut.
Penggunaan behel gigi dikalangan pergaulan telah benar-benar menjadi “Pemilik tahta” tertinggi dalam pergaulan. Para pengguna behel dengan bangganya memperlihatkan “Senyuman mahal” mereka, mengapa dikatakan senyuman mahal? Karena kalau di hitung-hitung biaya yang dikeluarkan mulai dari persiapan pemasangan, selama perawatan, pasca perawatan tidaklah sedikit. Tapi manfaat yang akan didapatkannya pun sebanding dengan mahalnya biaya yang di keluarkan. Masalah kerapihan gigi tidak bisa dianggap sepele karena gigi yang berantakan dan bertumpuk-tumpuk akan mengakibatkan penyakit mulut.
Akan tetapi penggunaan behel gigi dikalangan remaja tidak berfungsi dengan semestinya, dikatakan demikian karena maraknya penjualan online dengan menawarkan behel gigi mainan dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan behel gigi asli. Menurut beberapa remaja yang menggunakan kawat gigi, mereka sering mengalami sariawan disertai rasa ngilu, radang gusi, dan berat badan mereka menurun karena mereka sulit mengunyah makanan sehingga mereka malas untuk makan. Dan yang paling utama mereka sering was-was apabila selesai makan, karena takut ada sisa-sisa makanan yang masih menempel di gigi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar